Menjaga Petugas KPPS Tetap Sehat dalam Bertugas

By cepat sehat|2 Mei 2024|Tips Sehat

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tiap periode pemilu lima tahunan kembali menjadi perhatian semua pihak, apalagi dengan cukup banyaknya korban jiwa yang dilaporkan dan tercatat meninggal maupun sakit selama menjalankan tugasnya. 

Dalam laporan data kajian Kementerian Kesehatan Republik Kesehatan terkait Petugas Pemilu pada tahun 2019, tercatat 485 anggota KPPS meninggal dan 10.997 sakit. Dari 485 orang yang meninggal diketahui 53% disebabkan penyakit Kardiovaskuler/jantung, stroke dan hipertensi emergensi, 9% dikarenakan kecelakaan, dan 38% disebabkan oleh penyakit gagal pernafasan, asma, gagal ginjal, DM dan liver.

Pada pemilu 2024 kali ini, per tanggal 19 Februari 2024, Kementerian Kesehatan mencatat ada 84 orang petugas pemilu yang meninggal dunia setelah menjalankan tugasnya dalam proses penghitungan suara pemilu, dan dari 84 orang tersebut, 36 merupakan petugas KPPS. Dan ada 4.567 orang yang sakit usai mengawal perhitungan suara. 


FAKTOR TEKANAN SOSIAL & KELELAHAN FISIK

KPPS dalam mempersiapkan dan melaksanakan proses pemilihan umum selalu disorot oleh banyak pihak, mulai dari panwaslu/bawaslu, pengawalan bhabinkamtibmas, babinsa, perwakilan partai politik/caleg/capres/cawapres dan LSM. Dan sorotan ini memberi dan menjadi tekanan psikis bagi para KPPS, agar semua yang dilakukan harus benar. 

Terlebih tekanan mental semakin menguat tatkala dimulainya penghitungan di tingkat TPS sampai ke Kelurahan dan Kecamatan yang dilakukan secara estafet, dan proses penghitungan ini sebagian besar sangat menghabiskan waktu dan tenaga Petugas KPPS di mana proses penghitungan bisa baru selesai sampai malam hari alias lebih dari 12 jam.

Tekanan psikis terus meningkat apabila ada ketidaksetujuan/keberatan dari para saksi yang meminta dilakukan penghitungan ulang karena tidak sinkronnya data yang dihitung dengan jumlah total kertas suara yang sah dan tidak sah.

Apalagi, pemilu tahun ini dilaksanakan di musim hujan sehingga tidak sedikit TPS yang kebanjiran maupun dokumen pemilu yang rusak karena kebanjiran, dan tidak sedikit pula TPS yang tetap melaksanakan pemilu dalam kondisi banjir dangkal. Kondisi dingin kaki yang terendam banjir, pola makan menjadi tidak teratur karena keterlambatan konsumsi dan banyak kendala yang terjadi di lapangan terkait cuaca berpotensi besar sebagai andil yang memperberat resiko gangguan kesehatan bagi anggota KPPS.

Terutama bagi petugas KPPS yang berusia di atas 50 tahun menjadi yang paling rentan mengalami kelelahan fisik yang menjurus ke stress secara psikis dan menjadi paling yang beresiko mengalami gangguan kesehatan. 


PENGENDALIAN PENYAKIT YANG DIDERITA

Bagi Petugas KPPS yang sudah memiliki penyakit-penyakit kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, ginjal, diabetes, stroke dan lainnya, disarankan untuk tetap mengkonsumsi obat terapi penyakitnya secara teratur dan tepat waktu. Tidak boleh menunda waktu minum obat walau dengan kondisi kesibukan yang tinggi dalam tugasnya sebagai KPPS.

Bagi petugas selain memiliki penyakit-penyakit kronis juga harus menjaga kondisi tubuhnya dengan makan tepat waktu agar tidak menimbulkan sakit saluran pencernaan akut. Dan sebaiknya menu makanan yang disiapkan tidak mengandung santan atau terlalu pedas. Jangan lupa untuk cukup minum air putih sedikitnya 2-3 Liter / hari kecuali bagi penderita penyakit jantung, gagal ginjal dan penyakit lainnya yang membutuhkan pembatasan minum air, maka disesuaikan dengan yang disarankan oleh dokter yang memberikan terapinya.


PEMANTAUAN DAN KEWASPADAAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah mempersiapkan ribuan tim Unit Reaksi Cepat di berbagai daerah, dan mengkoordinasikan dengan Dinas Kesehatan tingkat Provinsi sampai ke Dinas Kesehatan tingkat Kota/ Kabupaten menyiagakan tenaga kesehatannya dalam memberikan bantuan/pelayanan kesehatan khusus bagi petugas KPPS selama periode Pemilu sampai masa penghitungan suara di tingkat kecamatan tuntas.

Oleh karena itu peran serta masyarakat juga diperlukan untuk deteksi dini saat terjadi gangguan kesehatan petugas KPPS, mulai dari RT/RW bisa memberikan bantuan awal dengan mengantar ke fasilitas kesehatan atau UGD Rumah Sakit Terdekat.

Diharapkan tahun ini jumlah kasus kematian dan kesakitan bagi petugas KPPS di seluruh Indonesia menjadi seminimal mungkin. 

Artikel Lainnya

Butuh Bantuan Segera?

Hubungi Kami Sekarang
Kami Akan Datang dalam Waktu Kurang dari 45 Menit

Pesan Sekarang

Dokter Kami

dr. Cahyadi Surya, MPH

Clinic Cepat Sehat

dr. Cahyadi Surya, MPH

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr. Yahya Albar

Clinic Cepat Sehat

dr. Yahya Albar

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr. Ni Wayan Mega Rajuni

Clinic Cepat Sehat

dr. Ni Wayan Mega Rajuni

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr Lorenzo Alexander Pradhana

Clinic Cepat Sehat

dr Lorenzo Alexander Pradhana

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr. Anak Agung Gede Wahyu Prabawa

Clinic Cepat Sehat

dr. Anak Agung Gede Wahyu Prabawa

General Practitioner

Konsultasi Sekarang

Konsultasi Dengan Dokter

Temukan Dokter

©2026 Copyright Cepat Sehat Indonesia