Kanker Pada Anak
By Cepat Sehat|21 Maret 2024|Penyakit
Kanker atau tumor ganas adalah pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak terkendali, terus bertumbuh dan bertambah, dapat menyusup ke jaringan sekitar dan membentuk anak sebar. Kanker dapat menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Setiap tahun lebih dari 300.000 anak di bawah usia 18 tahun didiagnosis menderita kanker di seluruh dunia. Dan dari data Childhood Cancer International (CCI) mengatakan bahwa 80% dari anak-anak ini tinggal di negara berkembang termasuk Indonesia, dengan tingkat kelangsungan hidup hanya 20%. Pada tahun 2030, WHO telah menetapkan target angka kelangsungan hidup anak penderita kanker dapat mencapai 60%. Oleh karenanya setiap tanggal 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia dengan tujuan untuk mendukung anak-anak penderita kanker di seluruh dunia.
Jenis Kanker Pada Anak
Kanker pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyakit tertentu, pola hidup tidak sehat, dan faktor lingkungan, tetapi kanker pada anak umumnya lebih banyak disebabkan karena kelainan genetik atau faktor keturunan. Dan sebagian besar kasus kanker pada anak baru terdeteksi ketika sudah memasuki tahap akhir atau stadium lanjut karena anak-anak kadang sulit menyampaikan keluhan yang dirasakannya. Padahal, peluang sembuh akan semakin tinggi jika kanker bisa terdeteksi sejak awal dan mendapatkan penanganan yang baik sejak dini.
Salah satu penyebab mengapa kanker pada anak sering kali terlambat terdeteksi adalah karena kurangnya informasi dan pengetahuan orang tua mengenai penyakit kanker pada anak-anak. Oleh sebab itu, orang tua perlu mengetahui jenis kanker yang sering timbul pada anak-anak dan gejalanya. Berikut ini adalah beberapa jenis kanker yang sering menyerang anak:
- Leukemia adalah keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Sumsum tulang ini terletak di bagian dalam dari tulang yang memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Jenis leukemia yang paling banyak terjadi pada anak-anak adalah leukemia limfositik akut dan leukemia mieloid akut. Gejala leukemia antara lain pucat, lemah, anak rewel, nafsu makan menurun; demam tanpa sebab yang jelas; pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening; kejang sampai penurunan kesadaran; pendarahan kulit dan atau pendarahan spontan; nyeri tulang yang ditandai dengan anak tidak mau berdiri atau berjalan dan lebih nyaman digendong; pembesaran buah zakar dengan konsistensi keras.
- Retinoblastoma adalah tumor ganas primer pada mata yang sering dijumpai pada anak usia di bawah 5 tahun. Salah satu gejala awal dan khas dari retinoblastoma adalah munculnya “mata kucing”, yaitu kondisi ketika pupil mata anak tampak putih mengkilap saat matanya terkena cahaya. Gejala lain berupa mata juling, kemerahan, pembesaran bola mata, peradangan jaringan bola mata, dan penglihatan buram.
- Osteosarkoma atau kanker tulang adalah keganasan yang timbul di tulang. Gejala yang timbul berupa nyeri tulang di malam hari atau setelah beraktivitas; pembengkakan, kemerahan dan hangat di area nyeri tulang; patah tulang setelah aktivitas rutin; gerakan tulang terbatas; nyeri menetap di punggung; demam, cepat lelah, penurunan berat badan, dan pucat.
- Limfoma Maligna atau kanker kelenjar getah bening adalah keganasan primer jaringan getah bening yang bersifat padat. Gejala yang harus diwaspadai antara lain pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, pangkal paha, dan tanpa rasa nyeri; sesak napas, tersumbatnya saluran pencernaan, demam, keringat malam, lemah, lesu, nafsu makan berkurang, penurunan berat badan.
- Karsinoma Nasofaring adalah tumor ganas pada daerah antara hidung dan tenggorokan. Gejala dini yang perlu diwaspadai adalah ingus bercampur darah, pilek dan air ludah kental, hidung tersumbat, mimisan, tuli sebelah, telinga berdengung, nyeri telinga, rasa penuh di telinga.
- Neuroblastoma adalah kanker pada jaringan saraf yang sering menyerang anak usia di bawah 5 tahun, terutama pada anak laki-laki. Kanker ini dapat menyebar dengan cepat ke organ lain, seperti kelenjar getah bening, tulang, sumsum tulang, hati, dan kulit. Gejala yang ditimbulkan bisa bermacam-macam tergantung bagian tubuh yang terserang, antara lain pendarahan di sekitar mata dan mata menonjol; nyeri tulang; perut terasa penuh dan diare; kelopak satu sisi mata menurun, kontraksi pupil, mata kering, pembengkakan di leher; sakit kepala, gangguan fungsi kandung kemih dan usus, bahkan lumpuh.
- Kanker otak. Gejala kanker otak pada anak bisa berbeda-beda, tergantung ukuran, letak, dan tingkat perkembangan sel kanker atau stadium kanker. Gejala kanker otak yang sering terjadi pada anak meliputi sakit kepala berulang, mual dan muntah, pandangan kabur, pusing, kejang, serta kelemahan atau kelumpuhan pada anggota gerak tubuh.
- Tumor Wilms atau Nefroblastoma adalah jenis kanker ginjal yang cukup sering menyerang anak-anak usia 3–4 tahun. Beberapa gejala tumor Wilms adalah nyeri dan pembengkakan pada perut, demam, mual dan muntah, selera makan menurun, sesak napas, serta terdapat darah pada urine.
Perilaku CERDIK
Penyebab kanker pada anak masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi diduga ada interaksi dari empat faktor yaitu genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Saat ini belum semua jenis kanker pada anak sudah memiliki metode untuk dideteksi secara dini, selain itu kanker pada anak juga tidak dapat dicegah. Namun ada baiknya bagi para orang tua untuk mengajarkan perilaku CERDIK pada anak sejak masa kanak-kanak agar terhindar dari berbagai jenis kanker yang timbul di usia dewasa. Perilaku CERDIK, yaitu:
- Cek kesehatan secara berkala;
- Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok;
- Rajin aktivitas fisik;
- Diet sehat dan seimbang;
- Istirahat cukup;
- Kelola stres.
Bila Anda melihat gejala pada buah hati dan mencurigai sebagai gejala kanker, maka segera konsultasi dengan Dokter di fasilitas kesehatan atau konsultasi online melalui telemedicine, karena penanganan dini akan membawa peluang sembuh yang lebih baik.
Artikel Lainnya
Butuh Bantuan Segera?
Hubungi Kami Sekarang
Kami Akan Datang dalam Waktu Kurang dari 45 Menit
Artikel Popular
Dampak Buruk Handphone pada Anak yang Belum Usia Sekolah
20 Maret 2024
Baca Selengkapnya
Konstipasi Sembelit Yang Merepotkan
12 Mei 2024
Baca Selengkapnya
Jangan Meremehkan Migrain
20 April 2024
Baca Selengkapnya
Kenali Gejala Katarak
16 April 2024
Baca Selengkapnya
Faringitis– Nyeri Menelan Yang Menganggu
15 April 2024
Baca Selengkapnya
Dokter Kami
Clinic Cepat Sehat
dr. Cahyadi Surya, MPH
General Practitioner
Clinic Cepat Sehat
dr. Yahya Albar
General Practitioner
Clinic Cepat Sehat
dr. Ni Wayan Mega Rajuni
General Practitioner
Clinic Cepat Sehat
dr Lorenzo Alexander Pradhana
General Practitioner
Clinic Cepat Sehat
dr. Anak Agung Gede Wahyu Prabawa
General Practitioner
Konsultasi Dengan Dokter
Temukan Dokter