Kenali Makanan dan Minuman Pemicu Kanker
By cepat sehat|19 April 2024|Tips Sehat
Banyak penelitian telah melihat adanya kemungkinan bahwa komponen makanan atau nutrisi tertentu berhubungan dengan peningkatan atau penurunan risiko kanker pada manusia, terutama jika dikonsumsi terlalu sering atau berlebihan. Hal ini disebabkan karena komponen makanan tersebut memiliki senyawa terisolasi yang bersifat karsinogenik (zat berbahaya yang dapat menyebabkan kanker).
Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa komponen makanan dikaitkan dengan perubahan risiko kanker, bukan komponen makanan yang bertanggung jawab atau menyebabkan perubahan risiko.
Makanan dan Minuman Pemicu Kanker
Berikut ini adalah makanan dan minuman yang bersifat karsinogenik dan dapat memicu terjadinya kanker:
a. Daging Merah
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan daging merah ke dalam kelompok 2A, yang berarti “mungkin bersifat karsinogenik” bagi manusia. Berikut ini adalah contoh daging merah:
- daging sapi
- daging babi
- daging domba /kambing
Dalam penelitian yang dilakukan para ahli, telah ditemukan bukti kuat adanya hubungan antara kanker kolorektal dan konsumsi daging merah dalam jumlah besar. Juga dengan kanker pankreas dan prostat. Karena risiko ini, World Cancer Research Fund International merekomendasikan untuk membatasi konsumsi daging merah hingga tiga porsi per minggu, dengan total berat matang 12–18 ons.
b. Daging Olahan
Daging olahan adalah daging yang diawetkan melalui pengasapan, pengawetan, atau pengasinan. Contohnya meliputi: sosis, hot dog, salami, bacon, ham, kornet, dendeng dan lainnya. Proses pembuatan daging olahan sering kali menggunakan nitrit yang dapat menghasilkan zat karsinogen. Bahkan mengasapi daging tanpa bahan kimia dapat menghasilkan hidrokarbon aromatik polisiklik, sejenis karsinogen. Sering konsumsi daging olahan merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kanker kolorektal. Para ahli juga menghubungkannya dengan kanker perut dan payudara.
c. Makanan Olahan
Makanan olahan meliputi: makanan ringan dalam kemasan seperti kue dan keripik, makanan beku, sereal manis, soda , olesan seperti margarin dan krim keju, makanan manis seperti permen dan coklat, makanan cepat saji seperti pizza, hamburger, dan ayam goreng. Biasanya makan olahan ini mengandung bahan kimia seperti perasa, pewarna, pengemulsi, dan bahan tambahan lainnya untuk membuat produk terasa lebih enak dan bisa bertahan lebih lama. Makanan olahan juga sering mengandung garam, gula, lemak, dan bahan kimia penyebab kanker dalam jumlah tinggi. Tetapi umumnya rendah serat, vitamin, dan mineral. Sering mengkonsumsi makanan olahan juga dapat menyebabkan obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko kanker.
d. Makanan Manis
Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan, seperti permen, roti putih, pasta, dan minuman manis, secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko kanker. Bagi pecinta makanan dan minuman manis selain berisiko terkena obesitas, penyakit diabetes, juga meningkatkan risiko terkena kanker ovarium, kanker payudara, kanker rahim dan kanker kolorektal.
e. Alkohol
Alkohol merupakan karsinogen golongan 1, artinya alkohol telah menunjukkan cukup bukti adanya karsinogenisitas. Karena di dalam tubuh, alkohol dimetabolisme menjadi asetaldehid, yaitu suatu senyawa yang dapat merusak DNA sel dan menyebabkan terjadinya kanker. Para ahli mengaitkan alkohol dapat meningkatkan risiko kanker tenggorokan, kerongkongan, payudara, hati, kolon dan rektum. Semakin banyak jumlah alkohol yang dikonsumsi, maka semakin tinggi risiko terkena kanker.
f. Bahan Kimia lainnya
Bahan kimia penyebab kanker yang mungkin ada dalam makanan antara lain:
- Nitrit dan nitrat, yang digunakan produsen untuk mengawetkan daging olahan.
- Butylated hydroxyanisole, bahan pengawet yang mungkin bersifat karsinogen bagi manusia.
- Potassium bromate, yang digunakan produsen sebagai bahan tambahan tepung, meskipun memiliki efek toksik dan karsinogenik.
- Heterocyclic amines dan polycyclic aromatic hydrocarbons, yang dihasilkan dari pengasapan dan pemanggangan daging pada suhu tinggi.
Dan bahan kimia lainnya yang dapat memicu terjadinya kanker, seperti bahan pengawet, pemanis buatan, dan pewarna makanan, yang mungkin saja terdapat dalam makanan olahan.
Memang penyakit kanker dapat disebabkan karena banyak faktor, akan tetapi ada yang dapat kita lakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko terkena kanker seperti menjalani pola hidup sehat, mengurangi atau menjauhi makanan dan minuman pemicu kanker, rutin mengkonsumsi makanan sehat seperti makanan berserat dan makanan yang kaya akan antioksidan, rajin berolahraga, berhenti merokok, tidak minum minuman beralkohol dan melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) secara rutin. Segera periksakan diri Anda ke dokter bila ada keluhan dan gejala yang mencurigakan melalui telemedicine atau datang ke fasilitas kesehatan terdekat.
Artikel Lainnya
Butuh Bantuan Segera?
Hubungi Kami Sekarang
Kami Akan Datang dalam Waktu Kurang dari 45 Menit
Artikel Popular
Hipertensi “the Silent Killer” yang perlu Diwaspadai
21 April 2024
Baca Selengkapnya
Varicella Si Cacar Air
16 Mei 2024
Baca Selengkapnya
Memelihara Ginjal Tetap Sehat
6 Mei 2024
Baca Selengkapnya
Gangguan Pendengaran
17 Mei 2024
Baca Selengkapnya
Nutrisi bagi Penderita Diabetes & Hipertensi
17 Maret 2024
Baca Selengkapnya
Dokter Kami
Clinic Cepat Sehat
dr. Cahyadi Surya, MPH
General Practitioner
Clinic Cepat Sehat
dr. Yahya Albar
General Practitioner
Clinic Cepat Sehat
dr. Ni Wayan Mega Rajuni
General Practitioner
Clinic Cepat Sehat
dr Lorenzo Alexander Pradhana
General Practitioner
Clinic Cepat Sehat
dr. Anak Agung Gede Wahyu Prabawa
General Practitioner
Konsultasi Dengan Dokter
Temukan Dokter