Mari Cegah Stunting/Tengkes

By Cepat Sehat|18 Maret 2024|Penyakit

Pengertian Stunting jika dikutip dari Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Sedangkan yang dimaksud stunting menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah anak balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2.00 SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3.00 SD (severely stunted). 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya sehingga mengakibatkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Jadi dengan kata lain stunting/ tengkes bisa kita sebut kondisi gagal tumbuh pada anak. Bukan hanya tugas pemerintah maupun fasilitas kesehatan dalam menangani kasus stunting/ tengkes, melainkan diperlukan perhatian semua pihak termasuk masyarakat sendiri untuk lebih aware atau perhatian terhadap potensi stunting/ tengkes terhadap anak.

  Yang dapat dilakukan adalah dengan cara menutup semua celah stunting/ tengkes. Ada LIMA PINTU menuju stunting/ tengkes, yaitu:

1. Pertama, saat kondisi ibu hamil mengalami anemia, kurang energi kronis dan lingkar lengan atas kecil beresiko membuat anak terlahir berat badannya rendah. Ini bisa dicegah bila rutin memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan seperti bidan atau puskesmas, dan pihak keluarga memberikan perhatian untuk asupan gizi - makan makanan bergizi, susu ibu hamil yang cukup untuk ibu hamil di rumah,

2. Kedua, saat ibu melahirkan, proses inisiasi menyusu dini biasanya tidak dilakukan karena ibu tidak paham perlekatan dengan bayi yang baru dilahirkannya.

3. Ketiga, ASI eksklusif gagal yang membuat anak sering sakit, sering berganti susu formula, alergi susu formula dan intoleransi laktosa.

4. Keempat, pemberian makanan pendamping ASI tidak dilakukan dengan benar baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

5. Kelima, anak sering sakit seperti sering tertular oleh batuk pilek, diare, TBC dan imunisasi yang tidak lengkap.

  Kelima hal ini perlu diperhatikan untuk pencegahan dapat dilakukan oleh siapapun. Dan paling penting dari semuanya adalah menyusui untuk dilakukan seorang ibu. Menyusui merupakan proses alamiah seorang anak memperoleh nutrisi pertama kalinya setelah melahirkan.

  Selain menutup lima pintu menuju stunting ada empat hal (4T) yang perlu dihindari untuk mencegah gagal tumbuh pada anak (stunting/ tengkes)  :

a. Menghindari hamil TERLALU muda

b. Menghindari hamil TERLALU tua

c. Menghindari TERLALU banyak anak

d. Menghindari TERLALU dekat jarak melahirkan dan hamil kembali.

  Ke-4 T ini mengakibatkan kurangnya asupan gizi yang diterima si anak sehingga mengalami gagal tumbuh yang dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme dan pertumbuhan fisik pada anak. Hamil terlalu tua juga berisiko terhadap kematian ibu dan anak saat melahirkan, hamil terlalu dekat membuat asupan gizi bakal terbagi dengan bayi dan janin yang sedang dikandungnya.

Selain 4T, perlu juga dilakukan pencegahan dengan melakukan hal berikut ini:

  1. Pencegahan ABCDE
  • (A) Aktif minum Tablet Tambah Darah -> 1 tablet seminggu sekali untuk remaja putri, dan 1 tablet setiap hari untuk ibu hamil
  • (B) Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali -> periksa kehamilan minimal 6 (enam) kali, 2 (dua) kali oleh dokter menggunakan USG
  • (C) Cukupi konsumsi protein hewani -> setiap hari bagi bayi usia di atas 6 bulan
  • (D) Datang ke Posyandu setiap bulan -> pantau pertumbuhan dan perkembangan serta imunisasi balita di posyandu setiap bulan
  • (E) Eksklusif ASI 6 bulan -> dilanjutkan hingga usia dua tahun

2. Isi Piringku

Salah satu cara efektif untuk mencegah stunting adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang sesuai panduan "Isi Piringku" yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI. Panduan ini terdiri dari komponen utama, yaitu Makanan Pokok, Lauk Hewani, Lemak (minyak/santan), Sayur, dan Buah.

3. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Ayo kita bagikan informasi ini kepada semua teman, kerabat atau grup di media sosial agar semakin banyak orang tahu dan paham sehingga stunting/ tengkes bisa dicegah!!!


Artikel Lainnya

Butuh Bantuan Segera?

Hubungi Kami Sekarang
Kami Akan Datang dalam Waktu Kurang dari 45 Menit

Pesan Sekarang

Dokter Kami

dr. Cahyadi Surya, MPH

Clinic Cepat Sehat

dr. Cahyadi Surya, MPH

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr. Yahya Albar

Clinic Cepat Sehat

dr. Yahya Albar

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr. Ni Wayan Mega Rajuni

Clinic Cepat Sehat

dr. Ni Wayan Mega Rajuni

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr Lorenzo Alexander Pradhana

Clinic Cepat Sehat

dr Lorenzo Alexander Pradhana

General Practitioner

Konsultasi Sekarang
dr. Anak Agung Gede Wahyu Prabawa

Clinic Cepat Sehat

dr. Anak Agung Gede Wahyu Prabawa

General Practitioner

Konsultasi Sekarang

Konsultasi Dengan Dokter

Temukan Dokter

©2026 Copyright Cepat Sehat Indonesia